Mobil mewah, rumah yang nyaman, pakaian yang bagus, tabungan dan deposito yang banyak adalah impian semua orang. Kita tahu bahwa kebutuhan setiap individu terdiri atas tiga bagian, kebutuhan primer(pokok), kebutuhan sekunder(pelengkap) dan kebutuhan tersier (mewah). Setiap orang menginginkan hidupnya kini dan nanti selalu berjalan dengan normal dan berkecukupan. Dengan dasar kebutuhan inilah, setiap individu berusaha dan bekerja keras untuk memenuhinya. Tidak jarang orang menenmpu berbagai cara untuk bisa memenuhinya, baik itu cara yang benar dan cara yang tidak benar.
Tuhan mengaruniakan kepada setiap orang kemampuan berpikir yang dengannya kita dapat merencanakan dan melakukakan apa yang terbaik menurut kita untuk hidup sekarang dan untuk masa yang akan datang. Namun masalahnya terletak pada manusi yang seringkali mengandalkan potensi dirinya dari pada kepada Tuhan yang mengaruniakan potensi itu.
Ulangan 28:5-8 memberi jaminan bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi hidup umatNya. pada ayat yang ke-5 menegaskan tentang Allah yang adalah sumber berkat untuk kebutuhan riil sehari-hari khususnya kebutuhan pangan(makanan). ayat 6 adalah jaminan bahwa Tuhan akan meluputkan umatNya dari tangan musuhnya dan ayat 8 tentang jaminan bahwa masa depan dan segala usaha akan dibuatNya berhasil. .
penguatan jaminan ini sesungguhnya dinyatakan kepada bangsa Israel yang mulai merasa kuatir akan hidup dan masa depannya ketika mereka hendak memasuki negeri yang Tuhan janjikan kepada nenek moyang mereka. Janji Tuhan seharusnya menjadi suatu jaminan yang tidak perlu diragukan oleh bangsa Israel sepanjang mereka tetap setia kepada Allah(ayat 1).
Jika Tuhan yang telah memanggil mereka keluar dari tanah perbudakan, maka Tuhan yang sama juga akan memelihara dan menuntun serta menjamin hidup dan masa depan mereka di negeri yang berlimpah susu dan madunya.
Masih banyak orang percaya yang masih meragukan janji dan jaminan Tuhan atas hidup dan masa depannya. Hal ini disebabkan oleh karena tanpa sadar kita seringkali lebih mengandalkan hasil perhitungan dan kalkulasi kita sendiri dari pada penyerahan diri atas apa yang Tuhan kehendaki bagi diri dan hidup kita.
Kekuatiran akan bagaimana hidup dan masa depan kita seringkali membuat kita kurang gigih dalam berjuang dan memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Kekuatiran ini jugalah yang membuat banyak anak-anak Tuhan terjerat dalam kasus korupsi, kasup suap menyuap, premanisme,dll. Bahkan tidak jarang anak-anak Tuhan yang memperjual belikan keadilan. Sesungguhnya semua itu dilakukan hanya sekedar untuk pemenuhan standar kehidupan yang lebih.
Jika burung-burung di udara masih bisa hidup dan diberi makan oleh Bapa kita tanpa harus bekerja, apakah manusia tidak lebih berharga dari pada itu. Janji Tuhan kepada bangsa Israel sesungguhnya itu juga menjadi jaminan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Dan jika Tuhan masih mempercayakan hidup ini untuk kita jalani maka Tuhan pasti punya cara untuk mencukupkan segala kebutuhan kita hari ini, esok dan selamanya. Karena itu, kita jangan pernah meragukan berkat dan anugrah Tuhan dalam hidup kita. Asalkan kita percaya dan melakukan segala yang diperintahkan Tuhan maka Berkat Tuhan akan senantiasa melimpah dalam kehidupan kita. Ora et labora.
No comments:
Post a Comment