Pages

Wednesday, November 7, 2012

Kamu harus bilang Wowww................

Pernahka Anda mencintai seseorang dan orang yang anda cintai membalas cinta anda?. Bagaimana perasaan Anda?. Lazarus adalah saudara maria dan Marta dari betani. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan  minyak Mur yng sangat berharga dan mahal serta menyekanya dengan rambutnya. Ini merupakan contoh konkrit apa artinya  mencintai dan mengasihi Tuhan. Ketiga saudara ini memiliki komitmen yang sama untuk mencintai Yesus kristus dan mereka mendapat balasan cinta yang sama dari Kristus Tuhan yang sangat mengasihi mereka (ayat 5). Kondisi  Lazarus sedang sakit dan tentulah sebagai saudara, Maria dan Marta merasa kuatir. Sehingga Maria mengirimkan berita kepada Yesus mengenai keadaan Lazarus ”Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.”(ayat 3). Sekalipun Yesus sangat mengasihi mereka, namun berita yang mereka berikan tidak ada kalimat, “Datanglah segera, Tuhan, sembuhkanlah dia”.
Setelah menerima berita itu, Yesus tidak segera menemui Lazarus tetapi sengaja  tinggal dua hari lagi dit empatNya .Kita  pasti akan bertanya “apa yang ada di fikiran Yesus?, mengapa Yesus menunda menyembuhkan orang yang sedang sekarat?”. ini juga yang menjadi pertanyaan Maria dan Martaa. tentu Tuhan punya maksud dengan tidak segera mendatangi Maria dan saudaranya. Dan setelah dua hari berlalu, Yesus berkata kepada murid-muridNya hendak kembali ke Yudea menjumpai Maria dan saudaranya itu. Namun  murid-muridNya melarang karena baru saja Yesus coba dilempari batu oleh orang Yahudi, sehingga murid-muridNya mengkuatirkan keselamatanNya.
Ketika Yesus tiba di yudea tempat Maria dan Saudranya, ketika itu Lazarus sudah meninggal selama 4 hari. Mungkin anda akan berkata, untuk apalagi Yesus datang? Bukankah orang yang mau Dia sembuhkan sudah meninggal. Tetapi Yesus tetap datang menjumpai Maria dan Marta. Ketika Yesus sampai kepada Marta, Marta menangis dengan sangat sedih dan berkata ”Yesus, sekiranya Engkau di sini, saudaraku pasti tidak mati!” Lazarus telah meninggal 4 hari dalam kuburnya. Tak ada harapan, yang ada hanyalah tangisan penyesalan. Yesus mencoba menghibur Marta yang sedang kalut ”Saudaramu akan bangkit, Marta..” Jawab Marta ”Aku tahu dia akan bangkit pada akhir zaman nanti..” Tetapi Yesus menegaskan lagi ”Akulah Kebangkitan dan Hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun sudah mati...” Marta segera memanggil Maria yang pernah mengurapi-Nya dengan minyak, seseorang yang dianggap-Nya cukup memahami Dia, juga menangis tersedu-sedu dan berkata hal yang sama kepada-Nya. Yesus tak tahan..Dia mulai menangis dan makin tersedu-sedu. Orang banyak terharu dan berkata ” Wow......Dia sangat mengasihinya!”.
Yesus pun pergi ke kubur Lazarus menyuru orang di situ mengangkat batu itu. Suara Yesus begitu keras waktu itu, terutama bagi Lazarus yang sudah mati. Setelah batu diangkat, pemisah itu disingkarkan, maka Lazarus mendengar suara Yesus dalam tubuh, jiwa, maupun rohnya yang telah mati. Saya secara pribadi tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan Lazarus saat keluar dari kuburan itu. Mungkin dia bingung, tak sadar, tetapi yang pasti ada kekuatan yang sangat besar, bukan dari dirinya, untuk melangkahkan kakinya keluar dari situ.
Lewat bagian ini memperlihatkan satu fakta dan realita bahwa orang yang mencintai dan mengasihi Tuhan tidak berarti hidupnya lepas dari sakit penyakit. Lazarus dicintai oleh Tuhan, namun tidak berarti hidupnya terbebas dari sakit bahkan maut. Ada banyak orang-orang yang dikasihi Tuhan perjalanan hidupnya tidak mulus, penuh dengan sakit penyakit, penderitaan, kegagalan dan kesulitan. Namun adanya sakit penyakit, penderitaan, kegagalan dan kesulitan datang di dalam hidup kita  tidak berarti Tuhan tidak cinta kepada kita lagi. Jika Maria dan saudaranya yang memiliki cinta yang luar biasa kepada Yesus bisa berada dalam kondisi yang tidak mereka inginkan, lalu bagaimana dengan cinta kita kepada Tuhan?,seberapa dalam cinta kita kepada Tuhan?, Seberapa besar kita memberikan bukti konkrit cinta kita kepadaNya?.
Apapun kondisi yang kita alami, baik itu suka maupun duka, percayalah bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kia. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan mengijinkan setiap kondisi terjadi dalam hidup kita untuk mengukur seberapa kuat kita percaya dan bersandar padaNya. Biarlah  melalui cerita ini kita mendapat kekuatan, dan penghiburan.

No comments:

Post a Comment