Pernahka
Anda mencintai seseorang dan orang yang anda cintai membalas cinta anda?.
Bagaimana perasaan Anda?. Lazarus adalah saudara maria dan Marta dari betani. Maria
ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak Mur yng sangat berharga dan mahal serta
menyekanya dengan rambutnya. Ini merupakan contoh konkrit apa artinya mencintai dan mengasihi Tuhan. Ketiga saudara
ini memiliki komitmen yang sama untuk mencintai Yesus kristus dan mereka
mendapat balasan cinta yang sama dari Kristus Tuhan yang sangat mengasihi
mereka (ayat 5). Kondisi Lazarus sedang
sakit dan tentulah sebagai saudara, Maria dan Marta merasa kuatir. Sehingga
Maria mengirimkan berita kepada Yesus mengenai keadaan Lazarus ”Tuhan, dia yang
Engkau kasihi, sakit.”(ayat 3). Sekalipun Yesus sangat mengasihi mereka, namun
berita yang mereka berikan tidak ada kalimat, “Datanglah segera, Tuhan,
sembuhkanlah dia”.
Setelah menerima berita itu, Yesus tidak segera
menemui Lazarus tetapi sengaja tinggal
dua hari lagi dit empatNya .Kita pasti
akan bertanya “apa yang ada di fikiran Yesus?, mengapa Yesus menunda
menyembuhkan orang yang sedang sekarat?”. ini juga yang menjadi pertanyaan
Maria dan Martaa. tentu Tuhan punya maksud dengan tidak segera mendatangi Maria
dan saudaranya. Dan setelah dua hari berlalu, Yesus berkata kepada
murid-muridNya hendak kembali ke Yudea menjumpai Maria dan saudaranya itu. Namun
murid-muridNya melarang karena baru saja
Yesus coba dilempari batu oleh orang Yahudi, sehingga murid-muridNya
mengkuatirkan keselamatanNya.
Ketika Yesus tiba di yudea tempat Maria dan
Saudranya, ketika itu Lazarus sudah meninggal selama 4 hari. Mungkin anda akan
berkata, untuk apalagi Yesus datang? Bukankah orang yang mau Dia sembuhkan
sudah meninggal. Tetapi Yesus tetap datang menjumpai Maria dan Marta. Ketika
Yesus sampai kepada Marta, Marta menangis dengan sangat sedih dan berkata
”Yesus, sekiranya Engkau di sini, saudaraku pasti tidak mati!” Lazarus telah
meninggal 4 hari dalam kuburnya. Tak ada harapan, yang ada hanyalah tangisan
penyesalan. Yesus mencoba menghibur Marta yang sedang kalut ”Saudaramu akan
bangkit, Marta..” Jawab Marta ”Aku tahu dia akan bangkit pada akhir zaman
nanti..” Tetapi Yesus menegaskan lagi ”Akulah Kebangkitan dan Hidup,
barangsiapa percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun sudah mati...” Marta
segera memanggil Maria yang pernah mengurapi-Nya dengan minyak, seseorang yang
dianggap-Nya cukup memahami Dia, juga menangis tersedu-sedu dan berkata hal
yang sama kepada-Nya. Yesus tak tahan..Dia mulai menangis dan makin
tersedu-sedu. Orang banyak terharu dan berkata ” Wow......Dia sangat
mengasihinya!”.
Yesus pun pergi ke kubur Lazarus menyuru orang
di situ mengangkat batu itu. Suara Yesus begitu keras waktu itu, terutama bagi
Lazarus yang sudah mati. Setelah batu diangkat, pemisah itu disingkarkan, maka
Lazarus mendengar suara Yesus dalam tubuh, jiwa, maupun rohnya yang telah mati.
Saya secara pribadi tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan Lazarus saat keluar
dari kuburan itu. Mungkin dia bingung, tak sadar, tetapi yang pasti ada
kekuatan yang sangat besar, bukan dari dirinya, untuk melangkahkan kakinya
keluar dari situ.
Lewat bagian ini memperlihatkan satu fakta dan realita
bahwa orang yang mencintai dan mengasihi Tuhan tidak berarti hidupnya lepas
dari sakit penyakit. Lazarus dicintai oleh Tuhan, namun tidak berarti hidupnya
terbebas dari sakit bahkan maut. Ada banyak orang-orang yang dikasihi Tuhan
perjalanan hidupnya tidak mulus, penuh dengan sakit penyakit, penderitaan,
kegagalan dan kesulitan. Namun adanya sakit penyakit, penderitaan, kegagalan
dan kesulitan datang di dalam hidup kita tidak berarti Tuhan tidak cinta kepada kita
lagi. Jika Maria dan saudaranya yang memiliki cinta yang luar biasa kepada
Yesus bisa berada dalam kondisi yang tidak mereka inginkan, lalu bagaimana
dengan cinta kita kepada Tuhan?,seberapa dalam cinta kita kepada Tuhan?, Seberapa
besar kita memberikan bukti konkrit cinta kita kepadaNya?.
Apapun kondisi yang kita alami, baik itu suka
maupun duka, percayalah bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kia.
Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan mengijinkan setiap kondisi
terjadi dalam hidup kita untuk mengukur seberapa kuat kita percaya dan
bersandar padaNya. Biarlah melalui
cerita ini kita mendapat kekuatan, dan penghiburan.
No comments:
Post a Comment