Pages

Tuesday, November 27, 2012

Sedalam cinta Hana........

            Istilah “Cinta Lokasi” sudah tidak asing di pendengaran kita. Bahka tidak jarang istilah ini juga lekat dengan kehidupan kita, bahkan mungin menjadi suatu pengalaman kita di waktu yang lalu. Secara khusus istilah ini lebih tertuju bagi para kaum muda. Banyak pasangan yang menjadi suami istri pun berawal dari cinta lokasi. Enta cinta lokasi digereja, dipersekutuan kampus, di tempat kerja atau dimanapun. Tentu ini menjadi manfaat tambahan ketika berada dalam suatu komunitas, selama itu tidak menjadi tujuan utama keterlibatan kita dalam suatu komunitas.
            Namun cinta yang  berawal dari Cinlok, ada yang berlanjut ke pernikahan tetapi ada juga yang kandas di tengah jalan. Di manapun cinta kita berawal, semua itu tidaklah menjadi persoalan selama dijalani dengan benar dan bijaksana. Zaman  sekarang ini, bagi kaum muda gonta ganti pacar itu hal biasa dan bahkan tidak jarang kaum muda/i beranggapan bahwa gonta/i pacara semudah mengganti baju, sepatu atau mungkin handphone. Bahkan ada yang bisa memiliki kekasih lebih dari satu. Apakah cara pacaran seperti ini yang dikehendaki Allah, tentu tidak. Cinta seharusnya bukan hanya manis di bibir saja, tetapi juga harus dapat dirasakan dan terlihat dalam keindahan perbuatan. Ada banyak orang tertipu dengan manisnya cinta di bibir. Di sisi lain, ada banyak orang sulit menafsirkan perbuatan cinta karena kekeringan perkataan cinta. Perkataan dan perbuatan cinta haruslah berjalan beriring. Jika keduanya berjalan dengan harmonis, maka akan melahirkan kepuasan dan kebahagiaan bagi penerima maupun para pelaku cinta.
         Bacaan 1 Samuel 1:1-8 menggambarkan bagaimana teladan seorang Hana yang mencintai suaminya dengan Tulus, bahkan sekalipun Hana dimadu oleh suaminya Elkana.  Sebagai Istri yang menaruh cinta yang dalam kepada suaminya, tidah mdah tergoyahkan oleh kondisi sulit yang berusaha merobohkan benteng cintanya. Pemicu utama Elkana mencari madu yang lain adalah ketika Hana tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Tantangan cinta Hana tidak cukup sampai disitu, bahkan madu Elkana itu selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar (Ayat 6).
      Dengan adanya Penina sebagai orang ketiga dalam cinta mereka, secara otomatis cinta Elkana kepada Hana pun terbagi. Bahkan itu pulalah yang terlihat dalam tindakan Elkana kepada istrinya Hana pada ayatnya yang ke 4-5 pembacaan kita. Maka sangat wajar rasanya jika karena kondisi ini, Hana meninggalkan suaminya itu. Namun Hana tidak melakukannya, karena cinta yang dimilikinya bukanlah cinta yang semu.
   Ditengah kondisi tekanan batin yang dialami Hana, dia pun tetap menggantungkan harapannya kepada Allah. dia punya harapan dan kerinduan untuk mengembalikan cinta dan perhatian suaminya kepadanya seperti waktu dulu, sebelum ada orang ketiga. Dia percaya mujizat Allah akan terjadi padanya dan akan membuat dia bisa mengandung dan memberikan keturunan kepada Elkana suaminya.
     “Hana, mengapa engkau menangis dan tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?”. Pria biasanya terkenal dengan Gombalannya. Dan ternyata Elkana pun melakukan hal demikian. Ini  jugalah salah satu alasan mengapa cinta Hana tidak goyah dan hatinya dikuatkan oleh gombalan Eli. Namun satu hal yang pasti, bahwa cinta hana dibangun di atas cintanya yang besar kepada Allah.
     Bagaimana dengan cinta yang kita bangun saat ini?, siapa yang menjadi dasar dari cinta kita?. Dasar yang kokoh akan membuat cinta kita akan terbangun dengan kokoh dan tidak akan mudah digoyahkan dengan berbagai-bagai ujian yang menanti di hadapan kita. Jika Anda merindukan kebahagiaan sejati, mintalah terlebih dahulu kepada si pemilik cinta, Yesus Kristus, maka Kristus akan mengisi dan membasuh hidupmu dengan cinta kasih yang murni. Dan ketika sumber cinta itu sudah Anda dapatkan dan membangun cinta anda kepada pasangan diatas sang sumber cinta itu, maka Anda akan memiliki kemampuan mengharmonisasikan perkataan dan perbuatan cintamu bahkan cinta itu akan berdiri dengan kokoh. Rindukah Anda menjadi orang yang berbahagia dan membahagiakan orang lain? Sambutlah Kristus dan teladanilah hidupNya, sehingga anda mampu memiliki cinta yang dalam sedalam Cinta Hana kepada Tuhan dan kepada suaminya Elkana. Amin

           

No comments:

Post a Comment