Istilah
“Cinta Lokasi” sudah tidak asing di pendengaran kita. Bahka tidak jarang
istilah ini juga lekat dengan kehidupan kita, bahkan mungin menjadi suatu
pengalaman kita di waktu yang lalu. Secara khusus istilah ini lebih tertuju bagi
para kaum muda. Banyak pasangan yang menjadi suami istri pun berawal dari cinta
lokasi. Enta cinta lokasi digereja, dipersekutuan kampus, di tempat kerja atau
dimanapun. Tentu ini menjadi manfaat tambahan ketika berada dalam suatu
komunitas, selama itu tidak menjadi tujuan utama keterlibatan kita dalam suatu
komunitas.
Namun
cinta yang berawal dari Cinlok, ada yang
berlanjut ke pernikahan tetapi ada juga yang kandas di tengah jalan. Di manapun
cinta kita berawal, semua itu tidaklah menjadi persoalan selama dijalani dengan
benar dan bijaksana. Zaman sekarang ini,
bagi kaum muda gonta ganti pacar itu hal biasa dan bahkan tidak jarang kaum
muda/i beranggapan bahwa gonta/i pacara semudah mengganti baju, sepatu atau
mungkin handphone. Bahkan ada yang bisa memiliki kekasih lebih dari satu. Apakah
cara pacaran seperti ini yang dikehendaki Allah, tentu tidak. Cinta seharusnya
bukan hanya manis di bibir saja, tetapi juga harus dapat dirasakan dan terlihat
dalam keindahan perbuatan. Ada banyak orang tertipu dengan manisnya cinta di
bibir. Di sisi lain, ada banyak orang sulit menafsirkan perbuatan cinta karena
kekeringan perkataan cinta. Perkataan dan perbuatan cinta haruslah berjalan
beriring. Jika keduanya berjalan dengan harmonis, maka akan melahirkan kepuasan
dan kebahagiaan bagi penerima maupun para pelaku cinta.
Bacaan
1 Samuel 1:1-8 menggambarkan bagaimana teladan seorang Hana yang mencintai
suaminya dengan Tulus, bahkan sekalipun Hana dimadu oleh suaminya Elkana. Sebagai Istri yang menaruh cinta yang dalam
kepada suaminya, tidah mdah tergoyahkan oleh kondisi sulit yang berusaha
merobohkan benteng cintanya. Pemicu utama Elkana mencari madu yang lain adalah
ketika Hana tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Tantangan cinta Hana
tidak cukup sampai disitu, bahkan madu Elkana itu selalu menyakiti hatinya
supaya ia gusar (Ayat 6).
Dengan
adanya Penina sebagai orang ketiga dalam cinta mereka, secara otomatis cinta
Elkana kepada Hana pun terbagi. Bahkan itu pulalah yang terlihat dalam tindakan
Elkana kepada istrinya Hana pada ayatnya yang ke 4-5 pembacaan kita. Maka
sangat wajar rasanya jika karena kondisi ini, Hana meninggalkan suaminya itu. Namun
Hana tidak melakukannya, karena cinta yang dimilikinya bukanlah cinta yang
semu.
Ditengah
kondisi tekanan batin yang dialami Hana, dia pun tetap menggantungkan
harapannya kepada Allah. dia punya harapan dan kerinduan untuk mengembalikan
cinta dan perhatian suaminya kepadanya seperti waktu dulu, sebelum ada orang
ketiga. Dia percaya mujizat Allah akan terjadi padanya dan akan membuat dia
bisa mengandung dan memberikan keturunan kepada Elkana suaminya.
“Hana,
mengapa engkau menangis dan tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku
lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?”. Pria biasanya
terkenal dengan Gombalannya. Dan ternyata Elkana pun melakukan hal demikian. Ini
jugalah salah satu alasan mengapa cinta
Hana tidak goyah dan hatinya dikuatkan oleh gombalan Eli. Namun satu hal yang
pasti, bahwa cinta hana dibangun di atas cintanya yang besar kepada Allah.
Bagaimana
dengan cinta yang kita bangun saat ini?, siapa yang menjadi dasar dari cinta
kita?. Dasar yang kokoh akan membuat cinta kita akan terbangun dengan kokoh dan
tidak akan mudah digoyahkan dengan berbagai-bagai ujian yang menanti di hadapan
kita. Jika Anda merindukan kebahagiaan sejati, mintalah terlebih dahulu kepada
si pemilik cinta, Yesus Kristus, maka Kristus akan mengisi dan membasuh hidupmu
dengan cinta kasih yang murni. Dan ketika sumber cinta itu sudah Anda dapatkan
dan membangun cinta anda kepada pasangan diatas sang sumber cinta itu, maka
Anda akan memiliki kemampuan mengharmonisasikan perkataan dan perbuatan cintamu
bahkan cinta itu akan berdiri dengan kokoh. Rindukah Anda menjadi orang yang
berbahagia dan membahagiakan orang lain? Sambutlah Kristus dan teladanilah
hidupNya, sehingga anda mampu memiliki cinta yang dalam sedalam Cinta Hana
kepada Tuhan dan kepada suaminya Elkana. Amin
![]() |

No comments:
Post a Comment