Adakah di antara kita masih
memegang kepercayaan bawha kita diselamatkan karena jumlah perbuatan baik yang kita
lakukan selama hidup di dunia?. Menurut pandangan kebanyakan orang dunia, untuk
dapat masuk Kerajaan Sorga atau beroleh keselamatan kekal kita harus banyak
berbuat baik. Kita harus mengumpulkan
pahala sebanyak-banyaknya, supaya nanti kalau ditimbang oleh malaikat, pahala
kita 'lebih berat' atau lebih banyak dari dosa-dosa kita.
Coba kita renungkan,
kalau dalam sehari kita melakukan dosa paling sedikit 5 dosa x 30 hari = 150 dosa(jumlah dosa dalam
sebulan). Bagaimana kalau kita kalikan setahun atau bahkan dengan jumlah umur
kita saat ini. Sehingga, sebagai manusia berdosa berapa banyak pahala atau perbuatan baik yang
harus kita kumpulkan supaya cukup menebus segala perbuatan dosa yang telah kita
perbuat? Sampai kapan pun kita takkan
mampu! Alkitab menegaskan, "Dialah
yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan
berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya
sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum
permulaan zaman," (2 Timotius 1:9).
Jelas sekali bahwa keselamatan adalah karena anugerah, kasih karunia
Tuhan semata, bukan hasil usaha kita.
Semua orang telah berbuat dosa, semua orang telah kehilangan
kemuliaan Allah. Itu berita buruk. Saya membayangkan seandainya saya adalah
salah satu jemaat Roma yang membaca surat dari Paulus itu, rasanya saya akan
merasa terpukul. Mungkin sebagian besar jemaat Roma telah berusaha melakukan
kebaikan, rajin beramal dan sebagainya, namun ternyata semuanya itu belum cukup
untuk menyelamatkan, membersihkan diri dari dosa atau mengembalikan kemuliaan
Allah ke dalam hidup mereka. Ayat firman Tuhan hari ini saya garis bawahi
sebagai sebuah dasar yang sangat penting disadari bagi hadirnya pemulihan
hidup. Coba kita lihat bagaimana kehidupan anak-anak kecil. Adakah orang tua
yang mengajarkan mereka untuk berbohong, mencuri dan sebagainya? Tapi tanpa
diajari, kita sering menjumpai anak-anak kecil yang belum mengerti apa-apa
ternyata telah berani berbohong atau mencuri sesuatu. Ini membuktikan bahwa
ternyata sejak lahir manusia memang telah membawa bibit-bibit dosa. Di sisi
lain, kita melihat bahwa begitu banyak orang terus menerus tergoda oleh
keinginan daging, sehingga kerap kali terpeleset ke dalam dosa meskipun sudah
menerima Yesus sebagai Juru Selamat sekalipun. Wajar jika manusia kehilangan
kemuliaan Allah karena antara manusia cenderung untuk tunduk pada keindahan dan
kenikmatan akibat kedagingan yang bermuara pada dosa.
Kabar buruk selanjutnya
adalah perbuatan baik kita, sebaik apapun, ternyata tidak mampu menjadi
kendaraan yang mampu mengantarkan kita menuju keselamatan. Titus 3:5
menggambarkan hal tersebut dengan jelas. Pada Roma 3:27 pun Paulus mengingatkan
hal yang sama, bahwa tidaklah ada gunanya bermegah berdasarkan perbuatan.
Kekristenan bukanlah mengajarkan bahwa kita boleh berbuat jahat, sebaliknya
kita sangat diharuskan untuk selalu berbuat baik tanpa terkecuali dan
mendasarkan segala sesuatu dalam kasih, seperti halnya Tuhan mengasihi kita.
Namun perbuatan baik saja belumlah cukup.
Untuk beroleh kasih
karunia atau anugerah Tuhan ini tidak ada jalan lain selain percaya kepada
Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Sebagai orang berdosa, seharusnya kita sendiri yang bertanggung jawab
menanggung dosa yang kita perbuat,
"Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang
kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23). Jadi orang berdosa hanya dituntut beriman
kepada Yesus agar anugerah keselamatan itu berlaku atasnya, "Sebab jika
kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam
hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu
akan diselamatkan." (Roma 10:9). Kita
hanya diminta untuk mengakui dan percaya. Kenyataannya tidaklah mudah untuk
mengakui dengan mulut, apalagi percaya. Padahal ini adalah hal penting. Dengar
apa kata Yesus: "Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di
depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat
Allah." (Lukas 12:8). Untuk itulah, kita sebagai anak-anak Allah yang
telah mengalami sendiri penyertaan Tuhan dengan berbagai berkatNya harus tampil
dengan kesaksian-kesaksian kita, dengan pola hidup kita, seperti yang
dipesankan Kristus, agar semua lidah mengaku bahwa Yesus lah Tuhan. Anugrah
keselamatan sungguh mahal, dan itu semua diberikan cuma-cuma lewat karya
penebusan Kristus. Oleh kasih karunia
Tuhan semata, kita yang adalah manusia berdosa menerima apa yang seharusnya
tidak patut kita terima. Maka tidak
selayaknya kita yang telah menerima kasih karunia keselamatan itu memegahkan
diri karena tidak alasan untuk memegahkan diri kita. Dan kita yang sudah
diselamatkan memiliki tugas dan kewajiban melakukan perbuatan baik.
Mengaku dan percaya
kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat harus disertai dengan tindkan
kita. Jika kita suda mengakui dan percaya kepadanya, maka sudahkah iman percaya
kita dibarengi dengan perbuatan. Karena Rasl Paulus berkata “Iman tanpa
perbuatan pada hakekatnya adalah mati”. Mari meminta Allah menyelidiki setiap
hati kita dan jika masih ada kepincangan-kepincangan Iman yang terjadi, mari
kita perbaiki. Biarlah ketika tiba hari penghakiman, kita kedapatan menjadi
pribadi-pribadi yang tidak hanya mengaku dan percaya tetapi juga Iman yang
terwujud dalam perbuatan. Amin
![]() |

No comments:
Post a Comment