Pages

Monday, November 19, 2012

A Gift From God...........

Adakah di antara kita masih memegang kepercayaan bawha kita diselamatkan karena jumlah perbuatan baik yang kita lakukan selama hidup di dunia?. Menurut pandangan kebanyakan orang dunia, untuk dapat masuk Kerajaan Sorga atau beroleh keselamatan kekal kita harus banyak berbuat baik.  Kita harus mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, supaya nanti kalau ditimbang oleh malaikat, pahala kita 'lebih berat' atau lebih banyak dari dosa-dosa kita.
Coba kita renungkan, kalau dalam sehari kita melakukan dosa paling sedikit  5 dosa x 30 hari = 150 dosa(jumlah dosa dalam sebulan). Bagaimana kalau kita kalikan setahun atau bahkan dengan jumlah umur kita saat ini. Sehingga, sebagai manusia berdosa  berapa banyak pahala atau perbuatan baik yang harus kita kumpulkan supaya cukup menebus segala perbuatan dosa yang telah kita perbuat?  Sampai kapan pun kita takkan mampu!  Alkitab menegaskan, "Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman," (2 Timotius 1:9).  Jelas sekali bahwa keselamatan adalah karena anugerah, kasih karunia Tuhan semata, bukan hasil usaha kita.
Semua orang telah berbuat dosa, semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah. Itu berita buruk. Saya membayangkan seandainya saya adalah salah satu jemaat Roma yang membaca surat dari Paulus itu, rasanya saya akan merasa terpukul. Mungkin sebagian besar jemaat Roma telah berusaha melakukan kebaikan, rajin beramal dan sebagainya, namun ternyata semuanya itu belum cukup untuk menyelamatkan, membersihkan diri dari dosa atau mengembalikan kemuliaan Allah ke dalam hidup mereka. Ayat firman Tuhan hari ini saya garis bawahi sebagai sebuah dasar yang sangat penting disadari bagi hadirnya pemulihan hidup. Coba kita lihat bagaimana kehidupan anak-anak kecil. Adakah orang tua yang mengajarkan mereka untuk berbohong, mencuri dan sebagainya? Tapi tanpa diajari, kita sering menjumpai anak-anak kecil yang belum mengerti apa-apa ternyata telah berani berbohong atau mencuri sesuatu. Ini membuktikan bahwa ternyata sejak lahir manusia memang telah membawa bibit-bibit dosa. Di sisi lain, kita melihat bahwa begitu banyak orang terus menerus tergoda oleh keinginan daging, sehingga kerap kali terpeleset ke dalam dosa meskipun sudah menerima Yesus sebagai Juru Selamat sekalipun. Wajar jika manusia kehilangan kemuliaan Allah karena antara manusia cenderung untuk tunduk pada keindahan dan kenikmatan akibat kedagingan yang bermuara pada dosa. 
Kabar buruk selanjutnya adalah perbuatan baik kita, sebaik apapun, ternyata tidak mampu menjadi kendaraan yang mampu mengantarkan kita menuju keselamatan. Titus 3:5 menggambarkan hal tersebut dengan jelas. Pada Roma 3:27 pun Paulus mengingatkan hal yang sama, bahwa tidaklah ada gunanya bermegah berdasarkan perbuatan. Kekristenan bukanlah mengajarkan bahwa kita boleh berbuat jahat, sebaliknya kita sangat diharuskan untuk selalu berbuat baik tanpa terkecuali dan mendasarkan segala sesuatu dalam kasih, seperti halnya Tuhan mengasihi kita. Namun perbuatan baik saja belumlah cukup.
Untuk beroleh kasih karunia atau anugerah Tuhan ini tidak ada jalan lain selain percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Sebagai orang berdosa, seharusnya kita sendiri yang bertanggung jawab menanggung dosa yang kita perbuat,  "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23).  Jadi orang berdosa hanya dituntut beriman kepada Yesus agar anugerah keselamatan itu berlaku atasnya, "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." (Roma 10:9). Kita hanya diminta untuk mengakui dan percaya. Kenyataannya tidaklah mudah untuk mengakui dengan mulut, apalagi percaya. Padahal ini adalah hal penting. Dengar apa kata Yesus: "Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah." (Lukas 12:8). Untuk itulah, kita sebagai anak-anak Allah yang telah mengalami sendiri penyertaan Tuhan dengan berbagai berkatNya harus tampil dengan kesaksian-kesaksian kita, dengan pola hidup kita, seperti yang dipesankan Kristus, agar semua lidah mengaku bahwa Yesus lah Tuhan. Anugrah keselamatan sungguh mahal, dan itu semua diberikan cuma-cuma lewat karya penebusan Kristus.   Oleh kasih karunia Tuhan semata, kita yang adalah manusia berdosa menerima apa yang seharusnya tidak patut kita terima.  Maka tidak selayaknya kita yang telah menerima kasih karunia keselamatan itu memegahkan diri karena tidak alasan untuk memegahkan diri kita. Dan kita yang sudah diselamatkan memiliki tugas dan kewajiban melakukan perbuatan baik.
Mengaku dan percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat harus disertai dengan tindkan kita. Jika kita suda mengakui dan percaya kepadanya, maka sudahkah iman percaya kita dibarengi dengan perbuatan. Karena Rasl Paulus berkata “Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati”. Mari meminta Allah menyelidiki setiap hati kita dan jika masih ada kepincangan-kepincangan Iman yang terjadi, mari kita perbaiki. Biarlah ketika tiba hari penghakiman, kita kedapatan menjadi pribadi-pribadi yang tidak hanya mengaku dan percaya tetapi juga Iman yang terwujud dalam perbuatan. Amin


No comments:

Post a Comment