Pada suatu sore, saya merasa sangat kesal sekali.
Bagaimana tidak, pada saat saya hendak menuang air dari dispenser, yang keluar
air bercampur semut. Setelah saya cek, ternyata semut sedang membuat sarang di
bagian bawah dispenser. Dengan kesalnya, saya angkat dispensernya dan saya
semprot semua semut itu dengan semprot serangga sampai akhirnya smua semut yang
ada di situ mati. Dengan kejadian ini saya jadi sangat marah kepada semut,
tetapi sesungguhnya Semut memang binatang
yang sangat kecil dan tidak sebanding dengan kita, tetapi ada begitu banyak hal
positif yang dapat kita pelajari lewat perilaku dan kebiasaan semut.
Hikmat Salomo adalah hikmat yang
berasal dari Tuhan, sehingga ia memiliki hati yang bijaksana karena pengenalan
akan Allah yang besar. melalui bacaan yang ditulis oleh Salomo dalam renungan
pada hari ini adalah beberapa hikmat yang akan memberkati hidup kita, antara
lai:
1.
SEMUT (pekerja keras)
Semut, hewan kecil yang mudah
dikalahkan manusia, tetapi satu ciri yang menyolok dari binatang ini adalah
mereka pekerja keras. Bacalah Amsal 6:6-8 dan perhatikan bagaimana
semut selalu bekerja keras pada musim-musim apapun.
semut hewan yang kuat. Tidak jarang kita melihat semut
sanggup mengangkat beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya.
Semut suka tolong menolong dan berjiwa sosial. Apa yang dilakukan
semut ketika makanan yang hendak diangkut terlalu berat? Mereka akan
mengangkatnya bersama-sama. Semut cepat
melihat peluang. Betapa cepatnya semut hadir ketika dia mengetahui ada
peluang untuk mendapatkan makanan. Semut akan segera hadir di tempat-tempat
yang menguntungkan baginya. Semut tidak akan melewatkan kesempatan emas ketika
ada sesuatu yang bisa dia peroleh. Semut selalu rajin menabung untuk menghadapi musim paceklik
artinya semut mengenal kekuatan dan kelemahannya dan tidak egois, semut juga
mempunyai rencana kerja bandingkan dengan cerita 5 gadis bijak dan 5 gadis
bodoh.
2.
PELANDUK (Membangun rumah)
Pelanduk adalah binatang sejenis tupai/kelinci
yang hidup cekatan. Ia sadar dirinya lemah, karena tidak memiliki kuku untuk
mencengkram, maka ia membangun rumahnya di bukit cadas agar musuhnya sulit
mencapainya. Demikian juga orang kristen yang
disebut seperti domba yang lemah, harus cekatan seperti peladuk dengan
membangun hidup di atas dasar iman yang kokoh. TUHAN YESUS mengajar kita dalam Matius 7:24-27 bahwa “barangsiapa
mendengar dan melakukan Firman TUHAN, mereka seperti orang yang membangun rumah
di atas batu, sehingga jikalau ada hujan, angin, banjir, badai menerpa, rumah
tersebut tidak roboh, dan demikian juga sebaliknya”
Hikmat yang diajarkan disini, ialah agar kita hidup bukan hanya
mendengarkan Firman TUHAN saja, tetapi juga menjadi pelaku-pelaku Firman TUHAN.
Dengan demikian seperti “Pelanduk” dia tahu di mana dia harus membangun, bukan
sekedar di sembarang tempat membangun, agar apa yang dibangun tidak menjadi
hancur karena tekanan situasi, kita juga harus membangun hidup kita dengan
melakukan Firman TUHAN, sehingga hidup kita tidak diombang ambingkan dengan
tekanan-tekanan kehidupan sekeliling kita.
3.
BELALANG (Keteraturan &
penundukan diri)
Belalang tidak memiliki pemimpin namun bisa hidup
tertib, disiplin dan penguasaan diri. Pelajaran dari
“Belalang” ialah mereka senantiasa bergerak dengan teratur, rapi, sesuai dengan
“tugas dan tanggung jawab” masing-masing. Hikmatnya ialah, TUHAN menginginkan kita hidup teratur sesuai
dengan otoritas yang sudah TUHAN berikan bagi setiap kita. Semua itu akan
berjalan baik, jika setiap kita punya “Penundukan Diri” yang kuat kepada setiap
otoritas di atas kita, tidak ada sifat pemberontakan di dalam diri kita.
Mari kita semua belajar mengerti “tugas dan tanggung jawab”
masing-masing kita di dalam setiap komunitas yang kita jalani, misalnya di
rumah, di sekolah, di kantor, dan di gereja, dsb.
Renungkan ini : seekor belalang tidak menakutkan, tetapi sepasukan
belalang yang terbang dengan rapi, mendatangkan ketakutan, demikian juga kita,
jika kita berjalan rapi sebagai sepasukan anak-anak Allah, maka gerakan ini
menakutkan musuh kita yaitu iblis.
4.
CICAK (Keberanian &
kedewasaan)
Cicak dikatakan mudah ditangkap, tetapi ada di
istana-istana raja. Cicak adalah binatang yang lemah,
namun ia memiliki beberapa kelebihan, salah satunya ia bisa berada diistana,
dan melihat pembesar-pembesar disana, sedangkan kita belum tentu bisa masuk
diistana.
Cicak bukanlah binatang yang bisa terbang tetapi ia bisa menyantap
binatang yang terbang seperti nyamuk, lalat dan serangga yang lain. Satu hal yang paling penting adalah, Saat ia mengejar buruannya ia
bisa begitu tenang , tidak terpancing emosinya, tapi cicak begitu sabar penuh
perhitungan.
Mari belajar dari 4 binatang
kecil atau yang saya sebut four star itu supaya kita memiliki hikmat, kerajinan
dan tanggung jawab, memiliki sifat cekatan, memiliki ketertiban dan disiplin
diri, serta memiliki kesabaran. Apabila dalam hidup ini kita dapat meneladani
keempat bintang di atas, maka tidak ada yang mustahil apabila Tuhan mencurahkan
berkat-berkatNya.
No comments:
Post a Comment