Tiba-tiba
seorang teman menelfon saya dan dengan sangat sedih menceritakan segala pergumulannya
yang begitu berat, dan menurut dia tidak bisa ia tanggung sendiri. Diakhir ceritanya,
ia meminta saya untuk mendukungnya di dalam doa. Menurut teman saya dia tidak
mau berdoa karena menurut dia dosa yang dia lakukan tidak melayakkan dia untuk
menyampaikan doanya kepada Tuhan, “toh percuma saja” kata teman saya. Sehingga dia
meminta orang lain untuk mendoakannya. Saya pun mengingatkannya bahwa,
bagaimana mungkin kamu meminta orang lain mendoakan pergumulanMu, sedang kamu
sendiri tidak menyatakan itu kepada Allah dan tidak yakin bahwa doamu akan
dijawab Tuhan.
Doa
adalah nafas hidup untuk jiwa manusia. Bagia Orang Kristen, doa adalah
nafas hidup anak-anak Allah. Doa adalah salah satu sarana manusia
untuk berhubungan dengan Tuhan. Berdoa juga adalah membuka hati dan bercakap-cakap dgn Allah. Berdoa
merupakan hak istimewa bagi setiap orang percaya yang mutlak untuk dilakukan. Seperti
semboyan2 yg biasa qt dengar bahwa “Doa adalah nafas iman orang percaya”. Ketika
kita datang kepada Allah di dalam doa dan memohon pertolongan, itu berarti kita
menyadari akan keterbatasan kita. Karena itu datanglah kepada Allah dengan
segala kerendahan hati kita, sebab kita ini terbuat dari debu yang mudah
diterbangkan angin. Dengan sedikit saja angin pencobaan, kita akan dengan mudah
skali dihempaskan. Ketika kita berdoa, berarti kita menyadari
kemampuan dan kemahakuasaan Allah serta meyakini akan kekuatan sebuah doa.
What would we do when life treats us bad? Apa yang akan
kita lakukan Ketika kita berada di luar zona kenyamanan
kita, dan kemudian kita mengalami penderitaan, masalah dan tiba-tiba berada
dalam kegelapan?. Apakah kita datang kepada Tuhan dalam doa atau justru
sebliknya. Banyak yang dengan setia membawa pergumulan kepada Tuhan melalui doa
namun kemudian kecewa pada Tuhan, karena mereka menganggap segala kepatuhan
mereka selama ini tidak seharusnya menempatkan mereka pada segala penderitaan
dan problema kehidupan.
Seringkali
kita merasa kecewa pada Tuhan karena kita tidak mendapatkan apa yang kita
harapkan, atau mendapatkan apa yang tidak kita harapkan. Kekecewaan akan mudah
datang jika kita menilai segala sesuatu sesuai dengan ukuran dan standar kita
sebagai manusia. Kita lupa bahwa di atas segalanya ada Tuhan yang selalu
menyertai kita, bahkan dalam kegelapan yang paling gelap sekalipun, jika kita
tetap memandang dan mencari Dia. Selain kecewa, ada alternatif lain yang patut
dicoba ketika kita menghadapi masalah dan penderitaan. Mari kita baca Kisah
Rasul 16:16-40. Pada saat itu Paulus dan Silas berhadapan dengan seorang
perempuan tukang tenung, dimana hasil tenungnya menghasilkan laba besar bagi
tuan-tuannya. (ay 16). Mereka mengusir roh jahat yang merasuki perempuan tukang
tenung itu, dan akibatnya ia tidak lagi bisa mendatangkan uang pada para
tuannya. Perbuatan Paulus dan Silas ini mendatangkan sebuah masalah yang sangat
serius bagi Paulus dan Silas. Mereka kemudian ditangkap, dan dicambuk
berkali-kali, lalu dilemparkan ke dalam penjara dengan keadaan dipasung. (ay
23-24). Paulus dan Silas menghadapi hal tersebut tidak dengan menyalahkan
Tuhan, mengeluh dan mengumpat, tapi mereka memilih sebuah jalan untuk tetap
bersyukur, berdoa dan menyanyikan pujian-pujian kepada Allah. Mereka
melakukannya dengan lantang, sehingga narapidana lain pun mendengarkan mereka. "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan
menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan
mereka." (ay 25). Dan lihatlah apa yang
terjadi. "Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang
hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah
semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua." (ay
26). Kepala penjara pun panik, dan mengira bahwa Paulus dan Silas pasti telah
melarikan diri. Ia hendak bunuh diri karena merasa dirinya gagal. Tapi Paulus
dengan lantang berkata: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami
semuanya masih ada di sini!" (ay 28). Kejadian ini kemudian
membawa dampak luar biasa, tidak saja bagi Paulus dan Silas yang mendapatkan
kembali kebebasannya, tapi juga bagi sang kepala penjara. Perhatikan ayat
berikut:"Ia mengantar
mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat,
supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah
kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi
rumahmu." Lalu mereka
memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di
rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh
bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis." (ay
30-33). Sungguh dahsyat kuasa Doa yang dinyatakan pada bagian ini, ketika
Paulus dan Silas mengambil pilihan untuk terus memuji dan menyembah Tuhan dalam
keadaan penuh masalah dan penderitaan, tidak saja mereka diselamatkan, tapi
sang kepala penjara pun selamat. Tidak hanya kepala penjara saja, bahkan
seluruh keluarganya.
Lalu
pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimanakah kita bisa mengalami kuasa doa itu?.
Tentunya dengan diberlakukannya syarat-syarat doa, yaitu yang pertama mengakui
dosa dengan sungguh2 d hadapan Allah (Yes 59:1-2), kedua ber
doa dengan kerendahan hati (Lukas 18:9-14).
Doa dengan kerendahan hati membuat hati Allah tergerak untuk menjawab doa
umatNya (2 Taw. 7:14) Tuhan menjawab doa salomo. Dan yang ketiga berdoa
dengan iman (Markus 11:24). Doa dengan iman adalah doa yang belum kelihatan
jawabannya, tetapi percaya sudah mendapatkannya. (Yak. 1:6-7)
|
Mari
terus menghidupi doa di dalam kehidupan kita. Bawa setiap beban pergumulan,
keinginan dan kerinduan kita kepada Allah di dalam Doa. Allah berkuasa atas
setiap kondisi dan keadaan yang terjadi, maka Dia jugalah yang akan menjadi
tempat jawaban setiap beban pergumulan, permohonan dan keinginan kita. Doa orang
percaya bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya.....Amin
No comments:
Post a Comment