Pages

Thursday, November 15, 2012

The Power Of Prayer.......

                 Tiba-tiba seorang teman menelfon saya dan dengan sangat sedih menceritakan segala pergumulannya yang begitu berat, dan menurut dia tidak bisa ia tanggung sendiri. Diakhir ceritanya, ia meminta saya untuk mendukungnya di dalam doa. Menurut teman saya dia tidak mau berdoa karena menurut dia dosa yang dia lakukan tidak melayakkan dia untuk menyampaikan doanya kepada Tuhan, “toh percuma saja” kata teman saya. Sehingga dia meminta orang lain untuk mendoakannya. Saya pun mengingatkannya bahwa, bagaimana mungkin kamu meminta orang lain mendoakan pergumulanMu, sedang kamu sendiri tidak menyatakan itu kepada Allah dan tidak yakin bahwa doamu akan dijawab Tuhan.  
                 Doa adalah nafas hidup untuk jiwa manusia. Bagia Orang Kristen, doa adalah nafas hidup anak-anak Allah.  Doa adalah salah satu sarana manusia untuk berhubungan dengan Tuhan. Berdoa juga adalah  membuka hati dan bercakap-cakap dgn Allah. Berdoa merupakan hak istimewa bagi setiap orang percaya yang mutlak untuk dilakukan. Seperti semboyan2 yg biasa qt dengar bahwa “Doa adalah nafas iman orang percaya”. Ketika kita datang kepada Allah di dalam doa dan memohon pertolongan, itu berarti kita menyadari akan keterbatasan kita. Karena itu datanglah kepada Allah dengan segala kerendahan hati kita, sebab kita ini terbuat dari debu yang mudah diterbangkan angin. Dengan sedikit saja angin pencobaan, kita akan dengan mudah skali dihempaskan. Ketika kita berdoa, berarti kita menyadari kemampuan dan kemahakuasaan Allah serta meyakini akan kekuatan sebuah doa.
                 What would we do when life treats us bad? Apa yang akan kita lakukan Ketika kita berada di luar zona kenyamanan kita, dan kemudian kita mengalami penderitaan, masalah dan tiba-tiba berada dalam kegelapan?. Apakah kita datang kepada Tuhan dalam doa atau justru sebliknya. Banyak yang dengan setia membawa pergumulan kepada Tuhan melalui doa namun kemudian kecewa pada Tuhan, karena mereka menganggap segala kepatuhan mereka selama ini tidak seharusnya menempatkan mereka pada segala penderitaan dan problema kehidupan. 
                 Seringkali kita merasa kecewa pada Tuhan karena kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, atau mendapatkan apa yang tidak kita harapkan. Kekecewaan akan mudah datang jika kita menilai segala sesuatu sesuai dengan ukuran dan standar kita sebagai manusia. Kita lupa bahwa di atas segalanya ada Tuhan yang selalu menyertai kita, bahkan dalam kegelapan yang paling gelap sekalipun, jika kita tetap memandang dan mencari Dia. Selain kecewa, ada alternatif lain yang patut dicoba ketika kita menghadapi masalah dan penderitaan. Mari kita baca Kisah Rasul 16:16-40. Pada saat itu Paulus dan Silas berhadapan dengan seorang perempuan tukang tenung, dimana hasil tenungnya menghasilkan laba besar bagi tuan-tuannya. (ay 16). Mereka mengusir roh jahat yang merasuki perempuan tukang tenung itu, dan akibatnya ia tidak lagi bisa mendatangkan uang pada para tuannya. Perbuatan Paulus dan Silas ini mendatangkan sebuah masalah yang sangat serius bagi Paulus dan Silas. Mereka kemudian ditangkap, dan dicambuk berkali-kali, lalu dilemparkan ke dalam penjara dengan keadaan dipasung. (ay 23-24). Paulus dan Silas menghadapi hal tersebut tidak dengan menyalahkan Tuhan, mengeluh dan mengumpat, tapi mereka memilih sebuah jalan untuk tetap bersyukur, berdoa dan menyanyikan pujian-pujian kepada Allah. Mereka melakukannya dengan lantang, sehingga narapidana lain pun mendengarkan mereka. "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka." (ay 25). Dan lihatlah apa yang terjadi. "Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua." (ay 26). Kepala penjara pun panik, dan mengira bahwa Paulus dan Silas pasti telah melarikan diri. Ia hendak bunuh diri karena merasa dirinya gagal. Tapi Paulus dengan lantang berkata: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" (ay 28). Kejadian ini kemudian membawa dampak luar biasa, tidak saja bagi Paulus dan Silas yang mendapatkan kembali kebebasannya, tapi juga bagi sang kepala penjara. Perhatikan ayat berikut:"Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis." (ay 30-33). Sungguh dahsyat kuasa Doa yang dinyatakan pada bagian ini, ketika Paulus dan Silas mengambil pilihan untuk terus memuji dan menyembah Tuhan dalam keadaan penuh masalah dan penderitaan, tidak saja mereka diselamatkan, tapi sang kepala penjara pun selamat. Tidak hanya kepala penjara saja, bahkan seluruh keluarganya.
                 Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimanakah kita bisa mengalami kuasa doa itu?. Tentunya dengan diberlakukannya syarat-syarat doa, yaitu yang pertama mengakui dosa dengan sungguh2 d hadapan Allah (Yes 59:1-2), kedua ber

2
 
doa dengan kerendahan hati (Lukas 18:9-14). Doa dengan kerendahan hati membuat hati Allah tergerak untuk menjawab doa umatNya (2 Taw. 7:14) Tuhan menjawab doa salomo. Dan yang ketiga berdoa dengan iman (Markus 11:24). Doa dengan iman adalah doa yang belum kelihatan jawabannya, tetapi percaya sudah mendapatkannya. (Yak. 1:6-7)
                 Mari terus menghidupi doa di dalam kehidupan kita. Bawa setiap beban pergumulan, keinginan dan kerinduan kita kepada Allah di dalam Doa. Allah berkuasa atas setiap kondisi dan keadaan yang terjadi, maka Dia jugalah yang akan menjadi tempat jawaban setiap beban pergumulan, permohonan dan keinginan kita. Doa orang percaya bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya.....Amin


No comments:

Post a Comment