Amel dan Karla adalah sahabat baik.
Mereka berteman sejak kecil. Mereka mempunyai banyak kesamaan termasuk
cita-cita mereka yang ingin menjadi dokter. Saat sekolah pun, mereka memilih
sekolah yang sama hingga perguruan tinggi. Begitu akrabnya mereka, sehingga teman-teman
selalu menganggap mereka soulmate. Diantara dua sahabat ini memang Amellah yang
terlihat begitu mempesona dan smart. Sikapnya yang baik, murah hati dan rendah hati membuat
banyak pria menyukainya. Bahkan semua pria yan disukai oleh Karla justru menyukai
Amel. Dari sinilah semua kebencian dan iri hati Karla berawal. Karla merasa
tidak senang apabila banyak pria yang mendekati amel atau jika prestasi
akademik Amel lebih tinggi dari Karla. Tapi Karla sangat senang apabila Amel
berada dalam kesulitan. Perlahan demi perlahan Karla pun menganggap Amel
seperti jerawat yang perlu segera dihilangkan.
Kisah yang hampir sama terjadi pada
dua orang bersaudara Kain dan Habel anak dari pasangan kontroversi Adam dan
Hawa. Ketika Kain dan Habel mempersembahkan persembahan kepada Allah, persembahan
Habellah yang diterima oleh Tuhan (ayat 4). Karena Tuhan tidak mengindahkan
persembahan kain, maka panaslah hati Kain. Kain akhirnya terkontaminasi dengan
sindrom “SMOS 1”, yaitu Susah Melihat orang Senang. Kain susah hati melihat Persembahan
Habel yang diterima oleh Tuhan tanpa melihat apa yang salah dengan
persembahannya. Alasan tidak diterimanya persembahan Kain dipaparkan dengan
jelas pada Ibrani 11:4. Persembahan Habel diindahkan oleh Allah bukan hanya
karena persembahannya gemuk, melainkan karena iman Habel kepada Tuhan.
Sindrom
SMOS 1 yang mengenai Kain, membawanya pada tindakan pembunuhan kepada adiknya
Habel. Hanya karena iri hati, Kain tidak lagi berfikir secara rasional. Bahkan tidak
sedikitpun ketakutan dalam hatinya untuk melakukan tindakan pembunuhan kepada
adiknya. Habel seperti jerawat bagi
kehidupan Kain, sehingga dia berusaha ingin menghilangkan jerawat itu. Sama persis
ketika ada jerawat tumbuh di wajah kita, tentu kita akan berusaha
menghilangkannya karena kita berfikir itu bisa merusak penampilan. Segala upaya
pun akan kita lakukan untuk menghilangkan jerawat tersebut.
Tidak
terpungkiri bahwa sikap iri hati yang dimiliki oleh kain dan Karla, juga ada
pada setiap pribadi kita. Kita akan bersikap SMOS 1 apabila kita menjumpai
teman yang memiliki prestasi akademis lebih baik dari kita, penampilannya lebih
keren dari kita, barang-barang yang dipakai bermerek sedangkan kita hanya
memakai barang-barang obral, memiliki
banyak teman sedang kita tidak, dan masih banyak hal-hal yang bisa menimbulkan
sikap iri hati.
Ada
baiknya kita menggantikan SMOS 1 dengan SMOS 2. Jika kita memiliki sindrom “SMOS
2” yaitu, Senang melihat Orang lain Senang, tentu ini akan jauh lebih baik.. kalau
saja Kain memiliki SMOS 2, tentu dia tidak akan sampai hati membunuh adiknya
sendiri. Memang rasanya sulit skali apabila ada teman yang mendapat prestasi
akademik, trus kita juga ikut berbahagia dengan prestasi ang diperoleh teman
kita. Namun lewat bagian ini kita hendak diajar bagaimana seharusnya sikap hati
SMOS 2 kita bangun di dalam hati kita.
Sikap
SMOS 1 yang dimiliki Kain dan berakibat pada tindakan pembunuhan saudara
kandungnya. Sikap SMOS 1 juga mengakibatkan Karla membeci Amel yang sudah
sekian lama bersahabat dengannya bahkan sudah seperti saudara. Akibat yang
paling fatal dari sikap SMOS 1 sudah terlihat pada Kain. Sikap iri hati yang
berlebihan, bisa menutup mata hati kita dan bisa berakibat pada tindakan diluar akal sehat kita, termasuk
membunuh.
Bukankah
dasar dari Iman percaya kita adalah Kasih. Maka selayaknya kita membangun sikap
SMOS 2 dalam kehidupan kekristenan kita. Jangan menganggap teman, saudara, rekan
kerja yang mungkin memiliki pencapaian hidup yang lebih dari kita sebagai
Jerawat. Tapi sungguh alangka indah dan bahagianya, jika kita turut berbahagia
ketika teman, saudara, rekan kerja kita berbahagia unutk setiap pencapaian –
pencapaian hidup yang diperolehnya. Jangan biarkan hidup kita semakin jauh
dikuasai oleh sindrom SMOS 1, karena bisa merusak tujuan hidup yang sudah kita
rencanaka. Terlebih bahwa hati yang dipenuhi dengan iri hati, kebencian,
kemarahan, dengki dan sombong akan membuat relasi kita dengan Allah menjadi
buruk.
Mari
memiliki hati yang bersih dengan membangun hidup yang selalu berfikir positif
dan menularkan sindrom SMOS 2 kepada sesama kita. Jangan jadikan sesama kita
seperti jerawat kehidupan yag ingin dimusnakan atau dihilangkan. Karena dengan
memberlakukan SMOS 2 dalam hidup dan komunitas kita, itu jauh lebih baik dan
akan membuat relasi kita dengan Allah dan sesama menjad lebih baik. Amin
No comments:
Post a Comment