Pages

Wednesday, November 21, 2012

Jerawat Kehidupan

Amel dan Karla adalah sahabat baik. Mereka berteman sejak kecil. Mereka mempunyai banyak kesamaan termasuk cita-cita mereka yang ingin menjadi dokter. Saat sekolah pun, mereka memilih sekolah yang sama hingga perguruan tinggi. Begitu akrabnya mereka, sehingga teman-teman selalu menganggap mereka soulmate. Diantara dua sahabat ini memang Amellah yang terlihat begitu mempesona dan smart. Sikapnya  yang baik, murah hati dan rendah hati membuat banyak pria menyukainya. Bahkan semua pria yan disukai oleh Karla justru menyukai Amel. Dari sinilah semua kebencian dan iri hati Karla berawal. Karla merasa tidak senang apabila banyak pria yang mendekati amel atau jika prestasi akademik Amel lebih tinggi dari Karla. Tapi Karla sangat senang apabila Amel berada dalam kesulitan. Perlahan demi perlahan Karla pun menganggap Amel seperti jerawat yang perlu segera dihilangkan. 
Kisah yang hampir sama terjadi pada dua orang bersaudara Kain dan Habel anak dari pasangan kontroversi Adam dan Hawa. Ketika Kain dan Habel mempersembahkan persembahan kepada Allah, persembahan Habellah yang diterima oleh Tuhan (ayat 4). Karena Tuhan tidak mengindahkan persembahan kain, maka panaslah hati Kain. Kain akhirnya terkontaminasi dengan sindrom “SMOS 1”, yaitu Susah Melihat orang Senang. Kain susah hati melihat Persembahan Habel yang diterima oleh Tuhan tanpa melihat apa yang salah dengan persembahannya. Alasan tidak diterimanya persembahan Kain dipaparkan dengan jelas pada Ibrani 11:4. Persembahan Habel diindahkan oleh Allah bukan hanya karena persembahannya gemuk, melainkan karena iman Habel kepada Tuhan.  
            Sindrom SMOS 1 yang mengenai Kain, membawanya pada tindakan pembunuhan kepada adiknya Habel. Hanya karena iri hati, Kain tidak lagi berfikir secara rasional. Bahkan tidak sedikitpun ketakutan dalam hatinya untuk melakukan tindakan pembunuhan kepada adiknya.  Habel seperti jerawat bagi kehidupan Kain, sehingga dia berusaha ingin menghilangkan jerawat itu. Sama persis ketika ada jerawat tumbuh di wajah kita, tentu kita akan berusaha menghilangkannya karena kita berfikir itu bisa merusak penampilan. Segala upaya pun akan kita lakukan untuk menghilangkan jerawat tersebut.
            Tidak terpungkiri bahwa sikap iri hati yang dimiliki oleh kain dan Karla, juga ada pada setiap pribadi kita. Kita akan bersikap SMOS 1 apabila kita menjumpai teman yang memiliki prestasi akademis lebih baik dari kita, penampilannya lebih keren dari kita, barang-barang yang dipakai bermerek sedangkan kita hanya memakai barang-barang obral,  memiliki banyak teman sedang kita tidak, dan masih banyak hal-hal yang bisa menimbulkan sikap iri hati.
            Ada baiknya kita menggantikan SMOS 1 dengan SMOS 2. Jika kita memiliki sindrom “SMOS 2” yaitu, Senang melihat Orang lain Senang, tentu ini akan jauh lebih baik.. kalau saja Kain memiliki SMOS 2, tentu dia tidak akan sampai hati membunuh adiknya sendiri. Memang rasanya sulit skali apabila ada teman yang mendapat prestasi akademik, trus kita juga ikut berbahagia dengan prestasi ang diperoleh teman kita. Namun lewat bagian ini kita hendak diajar bagaimana seharusnya sikap hati SMOS 2 kita bangun di dalam hati kita.
            Sikap SMOS 1 yang dimiliki Kain dan berakibat pada tindakan pembunuhan saudara kandungnya. Sikap SMOS 1 juga mengakibatkan Karla membeci Amel yang sudah sekian lama bersahabat dengannya bahkan sudah seperti saudara. Akibat yang paling fatal dari sikap SMOS 1 sudah terlihat pada Kain. Sikap iri hati yang berlebihan, bisa menutup mata hati kita dan bisa berakibat pada  tindakan diluar akal sehat kita, termasuk membunuh.  
            Bukankah dasar dari Iman percaya kita adalah Kasih. Maka selayaknya kita membangun sikap SMOS 2 dalam kehidupan kekristenan kita. Jangan menganggap teman, saudara, rekan kerja yang mungkin memiliki pencapaian hidup yang lebih dari kita sebagai Jerawat. Tapi sungguh alangka indah dan bahagianya, jika kita turut berbahagia ketika teman, saudara, rekan kerja kita berbahagia unutk setiap pencapaian – pencapaian hidup yang diperolehnya. Jangan biarkan hidup kita semakin jauh dikuasai oleh sindrom SMOS 1, karena bisa merusak tujuan hidup yang sudah kita rencanaka. Terlebih bahwa hati yang dipenuhi dengan iri hati, kebencian, kemarahan, dengki dan sombong akan membuat relasi kita dengan Allah menjadi buruk.
            Mari memiliki hati yang bersih dengan membangun hidup yang selalu berfikir positif dan menularkan sindrom SMOS 2 kepada sesama kita. Jangan jadikan sesama kita seperti jerawat kehidupan yag ingin dimusnakan atau dihilangkan. Karena dengan memberlakukan SMOS 2 dalam hidup dan komunitas kita, itu jauh lebih baik dan akan membuat relasi kita dengan Allah dan sesama menjad lebih baik. Amin

No comments:

Post a Comment