Pages

Sunday, November 11, 2012

Allah menjadi Fokus utama..........

Setiap orang pasti mempunyai masa lalu. Entah masa lalu yang menyenangkan maupun masa lalu yang kurang menyenagkan. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita hari ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh masa lalu kita. Adalah bijak jika kita tidak terpaku pada apa yang terjadi dimasa lalu, namun dapat kita jadikan sebagai pelajaran seperti slogan yang selalu kita dengar "Experience is the best Teacher". Dengan demikian tujuan hidup yang kita rajut dengan sedemikian rupa dapat kita capai.
Pertanyaan kemudian adalah apakah tujuan hidup kita? Dan siapa yang menjadi fokus kita?,  apakah tujuan hidup yang kita rajut itu sesuai dengan standar kita atau standar siapa?, apakah  diri kita yang menjadi fokus atau Allah yang menjadi fokus utama kita. Tidak dapat disangkal bahwa fokus adalah salah satu elemen penting bagi seseorang untuk mencapai tujuan. Ada kekuatan yang luar biasa di balik suatu tujuan yang terarah dengan tajam. Bayangkan betapa hebatnya tenaga sinar matahari yang diarahkan dengan fokus kepada sebuah titik . Titik kecil yang terarah itu dapat membakar habis sebuah hutan.
Adanya tujuan hidup akan membuat hidup yang kita jalani terarah dan membuat kita bisa mencapai hasil yang nyata di dalam kehidupan kita. Tanpa tujuan hidup, kita bisa melakukan banyak hal, tetapi tidak ada sesuatu pun yang kita selesaikan dengan baik. Rasul Paulus berkata “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”. Tujuan hidup rasul Paulus yang terutama adalah untuk mengenal Tuhan dan bersekutu denganNya. Fokus kehidupan Paulus hingga akhir hidupnya adalah senantiasa melekat kepada Tuhan. Itulah yang membuat ia bertahan dalam pelayanannya dan menjadi salah satu rasul terbesar dalam sejarah.
Ada orang yang mengaku Kristen, tetapi tujuan hidupnya adalah mencari kesenangan, popularitas, kuasa, atau kekayaan yang melimpah. Tujuan hidup seperti itu membuat banyak orang Kristen hidupnya tidak berguna bagi orang lain dan juga tidak berguna bagi Kerajaan Allah. Hidup memiliki harta yang cukup,bisa berkeliling dunia, memiliki pekerjaan tetap dan jabatan yang lumayan, punya mobil mewah adalah dambaan dan impian semua orang. Selagi semua itu tidak menjadi tujuan utama dan fokus hidup kita, maka semua itu tidak salah dan baik adanya, dan tentunya jika didapatkan dengan cara yang baik dan benar. Bila kita tidak hanya memiliki hidup yang berkecukupan  namun juga  ingin memiliki kehidupan yang berbuah bagi Kerajaan Allah, maka jadikan Allah sebagai tujuan utama dan fokus kehidupan kita seperti Rasul paulus .
Bila tujuan utama kehidupan kita adalah memuliakan Allah, kita akan mengerahkan semua potensi (kemampuan) kita untuk mencapai tujuan tersebut serta menanggalkan semua hal yang menjadi penghalang untuk mencapai tujuan. Salah satu contoh dalam Alkitab adalah Rasul Paulus yang mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan di dalam Kristus (Kolose 1:28-29).
Sudahkah kita mendesain tujuan hidup kitayang sesuai dengan kehendak Allah . Bila belum, sekaranglah saat yang tepat bagi kita untuk mulai berpikir dan memperjuangkan tujuan hidup yang sesuai dengan kehendak Allah.  Tujuan hidup yang benar adalah ketika kita mulai menempatkan dan memposisikan kembali Tuhan sebagai prioritas dan fokus utama kita, maka  percayalah bahwa kekuatan kuasaNya akan bekerja dengan dahsyat dan ajaib melalui hidup kita dan mungkin dengan cara yang tidak pernah kita pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Dia adalah Allah yang memiliki kuasa dalam hidup kita dan dapat mengerjakan hal yang mungkin mustahil bagi kita. Mari awali hari ini dengan mencari Tuhan dan memfokuskan setiap hal yang kita kerjakan kepadaNya. Mari menata hidup kita kedepan dengan lebih baik serta tetap bercermin dengan kesalahan yang terjadi di masa lalu , maka semuanya akan ditambahkan kepada kita......Amin

No comments:

Post a Comment