Setiap orang pasti
mempunyai masa lalu. Entah masa lalu yang menyenangkan maupun masa lalu yang
kurang menyenagkan. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita hari ini, sedikit banyak
dipengaruhi oleh masa lalu kita. Adalah bijak jika kita tidak terpaku pada apa yang terjadi dimasa lalu, namun dapat kita jadikan sebagai pelajaran seperti slogan yang selalu kita dengar
"Experience is the best Teacher". Dengan demikian tujuan hidup yang kita rajut dengan sedemikian rupa dapat kita capai.
Pertanyaan kemudian
adalah apakah tujuan hidup kita? Dan siapa yang menjadi fokus kita?, apakah tujuan hidup yang kita rajut itu sesuai dengan standar kita atau standar siapa?, apakah diri
kita yang menjadi fokus atau Allah yang menjadi fokus utama kita. Tidak dapat disangkal
bahwa fokus adalah salah satu elemen penting bagi seseorang untuk mencapai
tujuan. Ada kekuatan yang luar biasa di balik suatu tujuan yang terarah dengan
tajam. Bayangkan betapa hebatnya tenaga sinar matahari yang diarahkan dengan fokus
kepada sebuah titik . Titik kecil yang terarah itu dapat membakar habis sebuah
hutan.
Adanya tujuan hidup akan membuat
hidup yang kita jalani terarah dan membuat kita bisa mencapai hasil yang nyata
di dalam kehidupan kita. Tanpa tujuan hidup, kita bisa melakukan banyak hal,
tetapi tidak ada sesuatu pun yang kita selesaikan dengan baik. Rasul Paulus berkata “Saudara-saudara,
aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang
kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri
kepada apa yang di hadapanku”. Tujuan
hidup rasul Paulus yang terutama adalah untuk mengenal Tuhan dan bersekutu
denganNya. Fokus kehidupan Paulus hingga akhir hidupnya adalah senantiasa
melekat kepada Tuhan. Itulah yang membuat ia bertahan dalam pelayanannya dan
menjadi salah satu rasul terbesar dalam sejarah.
Ada orang yang mengaku Kristen, tetapi
tujuan hidupnya adalah mencari kesenangan, popularitas, kuasa, atau kekayaan
yang melimpah. Tujuan hidup seperti itu membuat banyak orang Kristen hidupnya
tidak berguna bagi orang lain dan juga tidak berguna bagi Kerajaan Allah. Hidup
memiliki harta yang cukup,bisa berkeliling dunia, memiliki pekerjaan tetap dan
jabatan yang lumayan, punya mobil mewah adalah dambaan dan impian semua orang. Selagi semua
itu tidak menjadi tujuan utama dan fokus hidup kita, maka semua itu tidak salah
dan baik adanya, dan tentunya jika didapatkan dengan cara yang baik dan benar. Bila kita tidak
hanya memiliki hidup yang berkecukupan namun juga ingin memiliki kehidupan yang berbuah bagi
Kerajaan Allah, maka jadikan Allah sebagai tujuan utama dan fokus kehidupan
kita seperti Rasul paulus .
Bila tujuan utama kehidupan kita adalah
memuliakan Allah, kita akan mengerahkan semua potensi (kemampuan) kita untuk
mencapai tujuan tersebut serta menanggalkan semua hal yang menjadi penghalang untuk mencapai tujuan. Salah satu contoh dalam Alkitab adalah Rasul Paulus yang
mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk memimpin tiap-tiap orang
kepada kesempurnaan di dalam Kristus (Kolose 1:28-29).
Sudahkah kita mendesain tujuan hidup kitayang sesuai dengan
kehendak Allah . Bila belum, sekaranglah saat yang tepat
bagi kita untuk mulai berpikir dan memperjuangkan tujuan hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Tujuan hidup yang benar adalah ketika kita
mulai menempatkan dan memposisikan kembali Tuhan sebagai prioritas dan fokus utama kita, maka percayalah bahwa kekuatan kuasaNya akan
bekerja dengan dahsyat dan ajaib melalui hidup kita dan mungkin dengan cara yang tidak pernah kita pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Dia adalah Allah yang memiliki kuasa dalam hidup kita dan dapat mengerjakan hal yang mungkin mustahil bagi kita. Mari awali hari ini dengan mencari
Tuhan dan memfokuskan setiap hal yang kita kerjakan kepadaNya. Mari menata hidup kita kedepan dengan lebih baik serta tetap bercermin dengan kesalahan yang terjadi di masa lalu , maka
semuanya akan ditambahkan kepada kita......Amin
![]() |

No comments:
Post a Comment