James adalah seorang pria yang tergolong pria perfect secara fisik. Tinggi badan 175cm, kulit putih, hidung mancung, mempunyai pekerjaan tetap dan mapan dalam hal finansial, namun yang paling penting adalah dia memiliki hati yang baik dan penuh kasih.
Ciri-ciri pria idaman setiap wanita. James mencintai seorang wanita yang
sangat sederhana, jauh dari harapan kekasih ideal. Jane namanya, sosoknya
sangat sederhana dan memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mencintai Tuhan.
itulah yang membuat James menjatuhkan pilihan Padanya "karena Hati".
Namun, ane menderita kelainan jantung dan sudah berada pada stadium yang cukup
parah. Karena begigu besar cinta Jamses kepadanya, maka James berfikir untuk
mendonorkan jantungnya kepada Jane kekasihnya itu. Ibunya terkejut mendengar
keinginan James yang sangat extrim itu. beberapa hari kemudian james meninggal
karena kecelakaan dan jantungnya pun ditlansplantasikan ke jantung Jane. Bagi
James, Jane masih berhak hidup karena dia lebih berguna untuk orang lain.
sungguh pengorbanan yang sangat mengharukan.
Bukankah karya penebusan yang
dilakukan oleh Yesus jauh melebihi pengorbanan James. tetapi satu hal yang unik
bahwa pengorbanan yang sejati sesungguhnya dapat dinilai dari hati yang
membrikan pelayaan. Salah
satu ucapan Kristus dari rangkaian kotbahNya di atas bukit berbunyi seperti berikut: "Berbahagialah
orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah." (Matius
5:8). Apa yang ada di dalam hati kita ketika kita mengulurkan tangan kita
untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita, ketika kita
melayani Tuhan dan melakukan pekerjaanNya?. Terkadang banyal hal yang kita
lakukan tidak bersumber dari hati kita. banyak orang yang melayani, namun tidak
semua orang memiliki hati yang sesuai dengan yang dkehendaki Tuhan.
Hati yang murni akan membuat kita melihat
Allah. Melihat kuasa-kuasaNya, melihat jalan-jalanNya, melihat petunjukNya dan
melihat rencanaNya. Apa yang diucapkan Yesus senada dengan yang ditulis
oleh daud "Orang yang bersih
tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan,
dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan
keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia." (Mazmur
24:4-5). Tidak
menyerahkan dirinya kepada penipuan yang dimaksudkan pada tulisan Raja Daud termasuk
menipu diri sendiri dan orang lain atau bahkan berpikir untuk bisa mengelabui
Tuhan. Orang-orang yang memiliki ketulusan dalam melakukan segala firman Tuhan,
menolong dan mengasihi sesama, melayani tanpa pamrih, bukan karena berharap sesuatu,
tapi hanya karena Allah. Orang-orang seperti inilah yang akan menikmati
perlindungan dari Tuhan dan berbagai berkat-berkatNya yang telah dijanjikan.
Memiliki hati yang tulus dan murni hanya bisa kita dapatkan
melalui pengenalan dan hubungan yang intim dengan Tuhan, melalui Firman Tuhan,
dan melalui waktu doa-doa pribadi kita denganNya. Bergaul akrab dengan Tuhan,
tinggal di dalam hadiratNya, semua ini akan membuat kita bisa memiliki sebentuk
hati yang mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Ketika kita memiliki hubungan yang
intim dengan Tuhan, maka Hari demi hari kita akan semakin terbentuk
menjadi pribadi yang berkarakter dan berakar
di alam Kristus. Dan hari demi hari kita pun akan semakin mampu melayani
dengan ketulusan dan kemurnian hati. Inilah yang akan bernilai di hadapan Tuhan.
Mari hari ini kita sama-sama memeriksa hati
kita. Sudahkah kita memiliki hati yang tulus, suci dan murni dalam menjalani
hidup?. Apakah kita sudah melayani dengan tulus ikhlas hanya karena Tuhan dan
bukan hal-hal yang memegahkan diri kita sendiri? Sesungguhnya ada berkat-berkat
dan perlindungan yang disediakan Tuhan kepada orang-orang yang tulus dan bersih
hati ini. Dasarkanlah apapun yang kita lakukan dengan hati yang bersih, tulus,
suci dan murni agar kita kebaikan Tuhan senantiasa kita rasakan dalam hidup.
Karena akan sia-sia saja kita berbuat baik dan melayani apabila hati kita masih
mengalami polusi dari berbagai limbah yang bukan berasal dari Allah. Sungguh bijaksana
rasanya jika saya mengakhiri renungan ini dengan mengutip ucapan Raja Salomo: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah
terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). Adakah hati kita masih
mengalami pencemaran dari berbagai hal? Mari kita bersihkan dengan lebih
bertekun lagi membina hubungan dengan Tuhan. Milikilah hati yang suci, karena
hanya dengan demikianlah kita bisa melihat Tuhan. Amin.
No comments:
Post a Comment